Hidup itu seperti bunga rumput. Pagi mekar, sore sudah layu. Pun begitu, hidup itu belajar. Learning by doing, nggak pernah terjadi orang belajar hidup dulu, baru dilahirkan.
Walau nampak singkat, ada waktu yang diarungi dalam hidup. Terkadang justru terasa lama dan membosankan. Konsistensi tarik ulur terhadap kemajuan yang menuntut perubahan. Namun sering pula hidup itu seperti roller coaster. Kadang di atas, berarti maju. Kadang di bawah, berarti mundur.
Namun sama halnya dengan roller coaster, hidup selalu bergerak maju. Linier. Seiring waktu. Semua akan kalah oleh waktu. Ada yang memilih hidup mengalir seperti air. Ada yang memilih hidup yang memiliki tujuan. Tidak ada path untuk kesuksesan. Kadang keberuntungan menjungkirbalikkan saran dan nasehat.
Tapi, untuk orang-orang yang tidak menaruh harapan pada keberuntungan, hidup itu seperti menyeberangi sungai dengan sampan. Seperti kapal fery yang menyeberangi selat. Tujuannya lurus di titik sandar di seberang, namun kapal itu harus berjalan zig-zag untuk dapat segera tiba di tujuan. Zig-zag berarti memahami arus air yang mengalir. Tidak melawannya, justru mengikutinya, memanfaatkannya, sembari bergeser sedikit demi sedikit untuk maju ke arah tujuan. Cara itu secara fisika terbukti membuat kapal lebih cepat sampai tujuan dan lebih hemat bahan bakar, dibanding bergerak lurus ke tujuan.
Beberapa orang bilang, itu bergantung situasi. Ada kalanya kita perlu bergerak lurus ketika bahan bakar dan arus tidak terlalu kuat. Ada kalanya memang perlu zig-zag. Namun bisa juga berpikir Out of The Box, lewat jembatan, jika ada jembatan, bahkan terbang jika ada flight yang melayani, hehehe. Pada akhirnya, kondisi lingkungan, fisik dan materilah yang menentukan bagaimana suatu tujuan ditempuh.
Bahkan, tujuan itu sendiri bisa berubah. Kita baru ngeh setelah sekian lama memandang lurus ke arah tujuan. Namun yang jelas, Dia telah memasang tanda-tanda dalam hidup kita. Mengarahkan kita menuju kehendakNya. Dalam perjalanan pemahaman atas tujuan itu kadang orang berpikir ada yang tidak konsisten dari kehendakNya itu. Tetapi, apakah hak kita untuk mempertanyakan pikiranNya? Jalani saja dengan hati yang tetap. Karena tak ada gunanya melawan. TujuanNya tetaplah akan tercapai, hanya persoalannya, waktu itu terus berjalan. Makin lama melawan, makin pendek kesempatan menikmati tercapainya tujuan. Bahkan, jika terlalu tidak taat, malah tidak menikmati tujuan bersamaNya.
Musa dan Daud memberi pelajaran yang berharga tentang tujuan hidup.