Mengacu pada Info ini, setidaknya telah dilakukan 1045+715+45+210+45+6+6+2+5=2079 kali test senjata nuklir sejak 1945. Itupun adalah laporan resmi, belum termasuk yang tidak resmi atau dirahasiakan. Percobaan itu dilakukan baik di permukaan tanah, di udara, bawah tanah dan bawah laut. 90% percobaan itu berkekuatan diatas kekuatan dari Bom Atom Hiroshima. Termasuk 10 percobaan nuklir terdahsyat yang pernah ada (berkekuatan 10-50 Megaton).
Secara alamiah bumi menerima juga radiasi kosmis dari luar angkasa termasuk matahari. Namun radiasi ini sebagian besar dapat dinetralkan oleh tameng sabuk magnetis van allen dan disaring ozon. Diciptakan untuk membendung efek radiasi dari luar bumi. Bagaimana dengan radiasi yang justru dibuat di bumi? Kemana perginya selain diserap oleh tanah dan atmosfer?
Dari inti bumi dipanaskan magma. Dari luar dipanaskan radiasi kosmis. Dari permukaan dipanaskan oleh aktifitas vulkanis dan manusia. Belum ada penelitian mendalam, mana lebih berpengaruh antara aktifitas Industri manusia sejak revolusi industri 3 abad lalu dimulai atau aktifitas peledakan jutaan megaton fusi+fisi+termonuklir sejata nuklir dalam 7 dekade belakangan.
Aktifitas vulkanis disertai turunnya suhu di bawah permukaan, efek ledakannya terserap oleh debu vulkanis, tanah yang terangkat memicu pertumbuhan ekosistem baru yang subur dan kaya. Alam memiliki mekanismenya sendiri untuk membuat iklim tetap stabil atas aktifitas yang dibuatnya.
Kalo aktifitas manusia? Sudahkah manusia memiliki aktifitas yang sebanding untuk menetralkan efek aktifitasnya sendiri? Apa yang terjadi dengan Plastik? Apa yang terjadi dengan Asbes? Apa yang terjadi dengan Bahan Bakar Minyak? Apa yang terjadi dengan material lain hasil industri? Bagaimana mereka kembali ke alam? Apakah tidak menimbulkan efek negatif bagi alam?
Minus aktifitas manusia. Butuh ratusan jutaan tahun untuk terjadinya perubahan iklim ekstrim seperti pernah terjadi pada masa purbakala sebelum manusia ada. Kehadiran manusia memberikan nilai tambah dengan merusak kestabilan alam dan mempercepat perubahan iklim sebagai cara bumi mencari titik stabil.
Industri juga menghasilkan radiasi, walaupun lemah. Tidak demikian dengan percobaan nuklir yang menimbulkan tidak hanya radiasi kuat namun juga partikel radioaktif yang butuh jutaan tahun untuk menjadi plumbum. Kalo bahan untuk PLN bisa ditanam di dasar laut atau tanah dengan perlindungan sangat aman sampai meluruh ribuan tahun lagi (kecuali ada gempa dasyat), bagaimana dengan partikel radioaktif yang dilepaskan saat percobaan nuklir (di tanah/udara/laut)? Kemana dan bagaimana efek radiasi akibat percobaan tersebut dikompensasi oleh manusia? Ini contohnya.
Dalam Teori Chaos, kepakan kupu-kupu di hutan Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Kalo ledakan nuklir dianggap kepakan sayap kupu-kupu, tornadonya akan kayak apa?
Kalo manusia gagal melakukan kompensasi akibat aktifitasnya, tentu alam yang akan melakukannya. Masalahnya, apakah manusia tahan dengan cara alam memkompensasi gangguan atas kestabilannya akibat aktifitas manusia tersebut?? Manusia nampaknya hanya berusaha bisa lari menjauh. Mungkin sementara bisa tinggal di koloni di Mars??
Tidak ada ilmuwan yang dapat menjamin, seandainya saat ini emisi carbon industri di-shutdown semua, 5 tahun kedepan pencairan es di kutub dan menipisnya Ozon akan berhenti. Terlalu banyak hal yang kita tidak tahu. Terlalu banyak hal bisa menjadi aktor (dalam Teori Chaos) yang dapat memicu suatu perubahan yang besar. Apakah para ilmuwan sudah pasti yakin bahwa aktor pemanasan dan perubahan iklim global adalah efek rumah kaca yang dihasilkan oleh industri dan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil?? Orisinalkah issue ini?? Bukan pengalih untuk tujuan industri tertentu atau pengalih dari penyebab utama sesungguhnya??
Chain reaction. Percepatan mungkin telah dipicu, sang kupu sudah mengepakkan sayap, kita tinggal menunggu tornadonya. Walaupun percobaan senjata nuklir telah dikurangi drastis, walaupun kupu-kupu itu sudah dijadikan souvenir, tornado itu sudah terbentuk sebagai bayi bencana. Tinggal menunggu waktu. Kita sedang merasakan bagaimana bumi mengeluh seperti seorang ibu hamil muda. Yang terberat belum terjadi. Nampaknya.
Sudah saatnya kita Tidak saling membenci dan bertengkar satu sama lain. Sudah saatnya kita lakukan Bailout untuk Bumi. Membantu Bumi mengkompensasi kesalahan-kesalahan kita sendiri.
No comments :
Post a Comment